Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Tips Memulai Investasi Saham


Investasi selalu terkait dengan adanya resiko,‭ ‬tanpa memperdulikan bentuk investasi tersebut.‭ ‬Berinvestasi di Pasar Modal memiliki resiko tertentu‭; ‬dan resiko ini lebih besar dibandingkan berinvestasi di aset yang memiliki resiko rendah‭ (‬low risk‭) ‬atau yang mendekati nol‭ (‬risk-free‭)‬,‭ ‬seperti tabungan deposito berjangka dan SBI/SBPU.‭ ‬Mengingat resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor yang akan menanamkan dananya di Pasar Modal,‭ tips bermain saham ‬berikut mungkin dapat membantu sebelum Anda memulai kegiatan investasi di Pasar Modal.
Jangan membeli suatu produk investasi yang tidak dimengerti betul.‭ ‬Untuk itu sebelum melakukan investasi,‭ ‬berbagai sumber informasi hendaknya dipelajari terlebih dahulu seperti buku referensi,‭ ‬majalah/buletin bisnis dan keuangan,‭ ‬hasil riset dari lembaga keuangan atau konsultasi dengan seorang Penasihat Investasi. Berikut beberapa tips bermain / investasi saham.

Tips membeli saham #1: Jika Anda sudah memilih produk misalnya saham,‭ ‬dan kemudian harus menentukan perusahaan mana yang akan menjadi sasaran investasi Anda,‭ ‬maka anda harus melakukan analisis fundamental saham di mana penyelidikan dilakukan pada segi fundamental perusahaan dan kinerjanya‭ ‬di Bursa Efek‭ (‬jika saham tersebut telah diperdagangkan di Bursa Efek‭) ‬misalnya melalui prospektus perusahaan,‭ ‬company profile,‭ ‬laporan keuangan,‭ ‬berita-berita pasar modal dan sebagainya.

Tips investasi saham #2: Perusahaan sasaran investasi Anda mungkin melakukan penggabungan usaha,‭ ‬re-organisasi,‭ ‬sasaran penawaran tender,‭ ‬atau melakukan tindakan-tindakan lain yang dapat mengurangi nilai kepemilikan Anda.‭ ‬Untuk itu Anda harus memiliki perhatian penuh pada berita-berita ataupun pengumuman mengenai kemungkinan tersebut.

Tips bermain saham #3: Kondisi Bursa Efek pada umumnya dan setiap saham pada khususnya memiliki kecenderungan‭ (‬trend‭) ‬harga dan volume penjualan yang menggambarkan saat terbaik‭ ‬untuk melakukan jual‭ ‬/‭ ‬beli.‭ ‬Analisa yang dikenal sebagai‭ “‬analisa teknikal‭” ‬ini perlu dipelajari‭ ‬oleh investor karena akan sangat berpengaruh pada keputusan investor untuk melakukan transaksi jual‭ ‬/‭ ‬beli.‭ ‬Untuk ini,‭ ‬Anda dapat memperoleh data dari lembaga riset atau dari divisi riset Perusahaan Efek Anda.

Tips membeli saham #4: Pada skala makro,‭ ‬kinerja investasi di Bursa Efek sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian,‭ ‬stabilitas politik,‭ ‬dan kinerja Bursa Efek lain.‭ ‬Selain itu,‭ ‬keadaan di Bursapun sangat sensitive dengan berbagai hal subyektif‭ (‬rumours‭)‬.‭ ‬Anda harus mengikuti berita-berita semacam ini yang tentunya dapat mempengaruhi nilai investasi Anda.

Tips investasi saham #5: Investasi pada perusahaan yang tidak memiliki informasi yang dipublikasikan sebelumnya mengandung resiko yang lebih besar.‭
Tips bermain saham #6: Pada saat pertama Anda membeli saham,‭ ‬Anda mungkin hanya membeli saham dari satu perusahaan saja.‭ ‬Namun dengan berjalannya waktu Anda mungkin ingin menambah investasi Anda.‭ ‬Jika sudah sampai pada tahapan ini Anda perlu memperhatikan satu prinsip investasi yang sudah begitu populer dan dapat mengurangi resiko investasi Anda apabila diterapkan,‭ ‬yaitu‭ “‬don’t put all your eggs‭ ‬in one basket‭”‬.

sumber : 
http://www.belajarinvestasi.net/saham/tips-memulai-investasi-saham

Senin, 01 Oktober 2012

Panduan Investor Saham Pemula


Bermain di pasar saham bisa memberikan keuntungan yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Namun bermain di pasar saham juga bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk bermain saham sangatlah penting untuk mengevaluasi apakah anda adalah seseorang yang bersedia mengambil risiko yang sepadan untuk keuntungan yang sepadan. Risiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar.


Rumusan Umum:
1. Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja.



2. Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.



Rumusan Teknis:
1. Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat berinvestasi. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.



2. Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.



3. Pilihan saham dan track recordnya
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.



4. Lihat PE
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.



5. Kapitalisasi
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.



6. Sentimen Pasar
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.

sumber :
Cara Cepat memulai Investasi Saham panduan bagi Pemula - Sawidji Widoatmodjo

Harga Saham


Ada berapa macam sih harga saham?  Cara melihat harga saham dimana?  Dan cara mendapatkan daftar harga saham dimana?  .

Apa itu harga saham?

Harga saham adalah jumlah uang yang Anda butuhkan untuk membeli satu lembar saham tertentu.
Di Indonesia, transaksi dilakukan dalam satuan lot.  Satu lot adalah 500 lembar saham.  Jadi, jika harga saham ADRO adalah Rp.2.000/lembar saham, maka Anda akan membutuhkan 500 x Rp.2.000 = Rp.1.000.000 untuk membeli satu lot saham ADRO.

Kenapa ada dua harga (bid dan offer)?

Ketika Anda melihat harga saham pertama kali, Anda mungkin bingung kenapa ada harga bid dan offer.  Harga bid adalah harga permintaan dari pembeli.  Harga offer adalah harga penawaran dari penjual.  Jika ada harga yang jadi pada satu waktu tertentu (entah di bid atau offer), maka menjadi harga pasar saat itu.
Prinsip ekonomi di sini adalah pasar (termasuk pasar modal) adalah pertemuan antara pembeli dan penjual.  Pembeli menginginkan harga serendah-rendahnya pada saat membeli.  Penjual menginginkan harga setinggi-tingginya untuk barang dagangannya.  Ketika pembeli dan penjual “ketemu” harganya, maka terjadilah transaksi.

Ada berapa macam harga saham?

Ada banyak, tapi kami tuliskan dua di sini, yaitu harga pasar dan harga wajar.  Harga pasar adalah harga transaksi terakhir antara pembeli dan penjual.  Harga pasar ini bisa cepat berubah.  Harga wajar adalah harga saham tersebut sewajarnya.
Untuk mengetahui harga pasar Anda bisa melihatnya di beberapa situs yang kami sebutkan di bawah.  Untuk mengetahui harga wajar, Anda harus bertanya atau membaca laporan dari analis fundamental, karena itu ranah mereka.  Harga wajar ini bisa berbeda-beda antara satu analis dengan yang lain.

Dimana bisa melihat harga saham?

Ada beberapa situs yang menyediakan harga saham secara real time, yaitu harga pada detik itu, dan beberapa terlambat, dan ada situs yang menyediakan data harian.  Silakan Anda ke situs-situs berikut:
  1. Yahoo Finance : masukkan nama saham ditambah .JK sebagai akhiran (contoh: ADRO.JK) di kolom sebelum “Get Quotes” untuk mengecek nama saham, dan ^JKSE untuk indeks IHSG.  Data terlambat sekitar 15 menit.  Baca juga artikel Analisa Teknikal Menggunakan Yahoo Finance.
  2. Makindo :  ini salah satu situs paling cepat untuk mengecek harga saham karena ringan.  Masuk ke tab Research, lalu Stock Analysis, dan input nama sahamnya.  Harga benar-benar real-time (detik itu juga).
Data tersebut adalah data intraday (harga pada saat jam transaksi).  Ada lagi harga end-of-day, yaitu harga setelah penutupan jam 4 sore.   Melihatnya juga bisa di Yahoo Finance, yaitu setelah Anda lakukan langkah sampai dapat harganya, klik “Historical Prices” di sebelah kiri.

Dari mana saya bisa download harga saham?

Data end-of-day dari Yahoo Finance yang kami tuliskan di atas bisa di-download.
Anda juga bisa mendownload data langsung dari situs IDX , klik market data di sebelah kanan, masukkan tanggal yang diinginkan, klik Stock Summary, dan Submit.

Sumber :
http://pojoksaham.com/2010/04/04/harga-saham/

Saham Sebagai Salah Satu Pilihan Investasi


Ada banyak pilihan belajar investasi dan variasi investasi yang dapat Anda gunakan dalam berinvestasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Kita akan fokuskan tentang saham di artikel ini.

Investasi dapat Anda lakukan antara lain dengan menabung,‭ ‬membuka tabungan deposito,‭ ‬membeli tanah dan bangunan,‭ ‬membeli emas maupun membeli surat berharga seperti saham,‭ ‬obligasi dan lain lain.

Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain.‭ ‬Seperti tabungan dan deposito di bank memiliki resiko kecil karena tersimpan aman di bank,‭ ‬tetapi kelemahannya adalah keuntungannya yang lebih kecil dibandingkan dengan potensi keuntungan dari main saham.‭ ‬Investasi di properti‭ (‬rumah dan tanah‭) ‬semakin lama harganya semakin tinggi,‭ ‬tetapi juga beresiko apabila tergusur atau terjadi , kebakaran terhadap rumah tersebut,‭ ‬sedangkan usaha sendiri‭ (‬wiraswasta‭) ‬beresiko bangkrut‭ ‬/‭ ‬pailit sementara investasi di emas memiliki resiko harga turun.

Tentang saham

Khusus untuk saham,‭ ‬peluang keuntungan dan resiko yang mugkin terjadi antara lain‭ ‬:
Keuntungan
1. Capital Gain
Yaitu keuntungan dari hasil menjual atau membeli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham.‭ ‬Misalnya ketika Anda membeli nilainya Rp.‭ ‬1.000‭ ‬per saham dan kemudian di jual dengan harga Rp.‭ ‬1.500.‭ ‬Jadi selisih yang sebesar Rp.‭ ‬500‭ ‬ini di sebut‭ ‬Capital Gain.
Saham adalah surat berharga yang paling populer di antara surat berharga yang yang ada di pasar modal.‭ ‬Kenapa‭? ‬karena bila dibandingkan dengan investasi lainnya,‭ ‬saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan‭ ‬return‭ ‬atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relative singkat‭ (‬high return‭)‬.
Selain‭ ‬return,‭ ‬saham juga memiliki‭ ‬sifat‭ ‬high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat juga merosot dengan cepat atau sahamnya di‭ ‬delist‭ ‬(dihapuskan pencatatannya‭) ‬dari bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari pembeli atau penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar.‭ ‬Dengan karakteristik‭ ‬high risk high return‭ ‬ini maka pemodal perlu terus memantau pergerakan harga saham yang dipegangnya,‭ ‬agar keputusan yang tepat dapat dihasilkan dalam waktu yang tepat pula.

2. Dividen 
Merupakan keuntungan perusahaan yang di bagikan kepada para pemegang saham.‭ ‬Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagkan kepada pemegang saham,‭ ‬tetapi ada bagian yang ditanam kembali.Besarnya dividen yang Anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham‭ (‬RUPS‭) ‬perusahaan tersebut.‭ ‬Namun yang perlu dicatat adalah bahwakebijakan dividen perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung kapada kondisi perusahaan itu sendiri‭ (‬khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih‭)‬.‭ ‬Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan‭ ‬pada tahun berjalan tersebut.

Resiko

‏1. Capital Loss
‎Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana Anda menjual saham yang Anda miliki dibawah harga belinya. Misalnya saham PT. X Anda beli dengan harga Rp. 1.800 per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp. 1,300 per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, maka Anda kemudian menjual peda harga tersebut sehingga Anda mengalami kerugian sebesar Rp. 500 per saham. Itulah capital loss yang dapat menimpa Anda.
‏2. Resiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki,‎ ‏dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan.‭ ‬Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham dapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban‭ ‬perusahaan dapat dilunasi‭ (‬dar hasil penjualan kekayaan perusahaan‭)‬.‭ ‬Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut,‭ ‬maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat dari seorang pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Sumber :
http://www.belajarinvestasi.net/saham/tentang-saham-sebagai-pilihan-investasi 

SAHAM : Pengertian, Jenis dan Karakteristik

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Jenis

Ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 6) :

1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (common stock)
  • Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
  • Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

b. Saham Preferen (Preferred Stock)
  • Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
  • Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar deviden.
  • Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.

Kategori


2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
  • Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
  • Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
  • Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue – Chip Stocks
  • Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
b. Income Stocks
  • Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
  • Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.
  • Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c. Growth Stocks
1. (Well – Known)
  • Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
2. (Lesser – Known)
  • Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock.
  • Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
d. Speculative Stock
  • Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
e. Counter Cyclical Stockss
  • Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
  • Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI)

ETF dibagi 2, yaitu:

1. ETF index : menginvestasikan dana kelolanya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama.

2. Close and ETFs : Fund yang diperdagangkan dibursa efek yang berbentuk perusahaan investasi tertutup dan dikelola secara aktif.

Aplikasi

Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan ( tidak bulat 500 lembar ) bisa diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara:
Meningkatnya nilai kapital (capital gain).
Mendapatkan dividen.

Penawaran Saham Perusahaan kepada masyarakat pertama kali sebelum listing di bursa dinamakan Initial Public Offering (IPO), sedangkan jika sudah terdaftar (listing) dan perusahaan ingin menambah saham beredar dengan memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham lama untuk membeli-nya dinamakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau dikenal juga dengan sebutan Right Issue.


Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt(ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Seperti saat krisis moneter pada tanggal 15 September 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai 292,12 poin. Pada bulan September pula, IHSG mencapai nilai terendah yaitu 254 poin. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value. Dalam periode 2002-2007, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Contohnya pada tahun 2006 dan tahun 2007 IHSG memposisikan dirinya sebagai salah satu indeks yang memiliki kinerja terbaik dunia ( peringkat 2 setelah Cina, mencapai level 2.745,826 poin). Pada tanggal 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,262 poin sekaligus menorehkan sejarah sebagai level indeks tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, IHSG mengalami peningkatan rata-rata tahunan sebesar 42,18% sebagai pergerakan indeks tertinggi dibandingkan dengan peningkatan indeks di Asia.

Mekanisme perdagangan saham di Indonesia

Pertama yang perlu dilakukan adalah investor harus menjadi nasabah pada perusahaan efek dahulu. Investor membuka rekening dengan membayarkan deposit sejumlah Rp 25 juta, sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya. Jumlah yang disetorkan bervariasi. Pada dasarnya,batasan minimal atau jumlah nominal membeli saham tidak ada tapi di Bursa Efek Indonesia pembelian minimal 500 lembar atau 1 lot, misalnya harga saham perusahaan XYZ senilai Rp 100,00 maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot sama dengan Rp 50.000,00 ( 500 lembar dikali Rp 100,00 ). Transaksi penjualan atau pembelian dapat dilakukan pada Hari bursa.

Tempat perdagangan

Tempat lain untuk membeli saham selain IDX / Indonesia Stock Exchange ( Indonesia ), yaitu Nasdaq / Nasdaq Stock Market (Amerika Serikat ), NYSE / New York Stock Exchange ( New York ), SEAQ / Stock Exchange Automated Quotations ( London ),Euronext ( merger pasar saham antara negara Paris, Amsterdam, dan Brussels ), TSE / Tokyo Stock Exchange ( Tokyo ), SGX /Singapore Exchange ( Singapura ) dan tempat perdagangan lainnya ( terdapat kurang lebih 69 tempat perdagangan / bursa saham di seluruh dunia ). 

Jual kosong

Biasanya, pertama kali yang dilakukan oleh investor adalah membeli saham dan kemudian menjualnya. Dengan jual kosong ( short selling ), yang terjadi adalah kebalikannya. Pertama, saham dijual kemudian dibeli kembali. Cara ini memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham.Dilakukan dengan cara, investor meminjam suatu saham dari broker dan menjualnya. Selanjutnya, short-seller harus membeli saham yang sama untuk menggantikan saham yang telah dipinjam. Kegiatan ini disebut mengganti posisi kosong (covering short positiion).

Referensi

^ a b c Darmadji, Tjiptono; Hendy, M, Fakhruddin. Pasar Modal di Indonesia. 2001. Indonesia. Salemba Empat. hal 8.
^ a b (Inggris) Dalton, M John. How The Stock Market Works. 3rd edition. 2001. United States of America. NYIF. Hal 1.
^ (Inggris)Brealey, A Richard; Stewart, C Myers; dan Alan, J Marcus. Fundamentals of Corporate Finance. 5th ed. 2007. McGraw-Hill. Hal 144
^ a b c d (Inggris)Eugene, F Brigham; Louis, C Gapenski. Intermediate Financial Management. 5th ed. 1996. United States of America. Dryden Press. hal 483
^ a b c (Inggris) Keown, J Arthur; et all. Financial Management. 10th edition. 2005. United States of America. Pearson Internation Education. hal 256-267
^ (Inggris)Eugene, F Brigham; Louis, C Gapenski. Intermediate Financial Management. 5th ed. 1996. United States of America. Dryden Press. hal 495-496.
^ a b Situs IDX .diakses pada tangal 22 Mei 2010
^ a b c Situs Seasite: Reformasi Krisis Ekonomi. diakses pada tanggal 23 Mei 2010
^ a b c Situs Bapepam: Publikasi Pasar Modal. diakses pada tanggal 23 Mei 2010
^ a b c d e Situs IDX: Mekanisme Perdagangan.diakses pada tanggal 28 Mei 2010
^ (Inggris)Bodies Zvi. Alex Kane.and Alan J. Marcus.Investments.7th ed.2008.Singapore: McGraw Hill.hal 74-76
^ Situs Dmoz: Stocks and Bonds Exchanges.diakses pada tanggal 28 Mei 2010
^ a b c d e f g (Inggris) Bodies, Zvi; Alex, Kane; Alan, J Marcus. Investments. 7th ed. 2008. Singapore. McGraw Hill. hal 84